Dalam sejarah pemikiran filsafat barat terutama etika, plato
bukanlah orang pertama yang merumuskan etika dalam filsafat, namun phytagoras
yang jauh hidup sebelum plato yaitu sekitar 500SM yang mengenalkan etika.
Tetapi dalam salah satu karya plato yang mashur yaitu politeia atau negara
terdapatajaran-ajaran bernada etika, yang kemudian menjadi etika plato itu
sendiri.
Dalam segala aspek kehidupan manusia selalu
ditujukan untuk mendapatkan kebahagiaan. Kebahagiaan adalah hidup yang sesuai
yang diinginkan, dan keinginan manusia harus selalu dipenuhi, yaitu dengan
kehidupan yang baik. Baik menurut diri sendiri ataupun orang lain. Namun pertanyaan
adalah bagaimana kehidupan manusia agar baik? Perbedaan dalam setiap ajaran etika
ada pada jawabannya, dimana etika plato menjawab bahwa manusia hidup yang baik
berarti hidup yang berhasil, bermutu, dan terasa bernilai. Kemudian muncul
pertanyaan bagaimana manusia dalam mendapatkan kehidupan yang baik?. Plato
menjawab bahwa dalam usaha menemukan kehidupan yang baik adalah mampu menguasai
akal budi. Dengan menguasai akal budi berarti menguasai yang baik. Sebaliknya
dengan dikuasai oleh hawa nafsu maka keburukan yang akan didapat. Untuk itu
bersihkanlah hawa nafsu.
Menguasai akal budi
berarti memiliki pengertian yang benar terhadap sesuatu hal. Bagi plato orang
yang mengikuti akal budi adalah orang yang berorientasi pada realitas yang
sebenarnya. Karena akal budi mengerti segala hal yang nyata (idea). Dengan
pengertian yang benar maka jalan menuju yang baik akan terang, sang baik
(Tuhan) dalam memberikan petunjuk kepada manusia adalah melalui cinta. Cinta
memiliki daya tarik yang kuat terhadap sang baik. Karena setiap manusia
mencintai kebaikan pasti selalu terarah pada kemutlakan illahi.
Sang baik memberikan
cinta kepada manusia agar diguanakan kepada yang semestinyal, cinta kepada
kebaikan, keindahan, dll. Bukan cinta kepada keburukan, pembunuhan, dll.
Manusia selalu diarahkan untuk mendorong dirinya sendiri kearah cinta. Dalam
bahasa plato cinta disebut EROS. Eros atau cinta adalah hal subjektif, misal
menimbulkan kebahagiaan, ketentraman, dll. Sedangkan idea adalah yang objektif.
Dengan manusia memiliki cinta/eros yang bersumber dari sang baik, maka idea
adalah yang mewujudkannya.
Jadi dalam etika
sederhanya plato adalah dalam menuju kehidupan yang baik , manusia harus
berlomba-lomba dalam menarik dirinya kepada sang baik (tuhan), yaitu dengan
jalan cinta atau eros. Manusia dituntut untut selalu mencintai yang baik dan
bersumber dari sang baik. Kemudian idea yang bernilai objektif harus mampu
mewujudkannya. Yaitu bertindak laku apa yang seperti dalam cinta atau eros.
Dengan begitu manusia akan selalu memperoleh kebahagiaan
Sepatu futsal, jual sepatu futsal
Sepatu futsal, jual sepatu futsal

0 komentar:
Posting Komentar