Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Jual Sepatu Futsal Online - Sepatufutsal.co

Sabtu, 20 Juni 2015


Jika anda hendak membeli sepatu futsal online dari berbagai merk, tak ada salahnya mengunjungi web berikut. karena selain aman juga terkenal murah dan memuaskan. Sepatufutsal.co merupakan sebuah toko online yang jual sepatu futsal nike, adidas, puma, specs, lotto dll. dengan produk sepatu futsal original dan kw. toko online tersebut melayani pengiriman keseluruh Indonesia. dengan garansi 100 uang kembali apabila produk yang dijual cacat, tidak sesuai dengan gambar, salah size, bahkan tidak terkirim sama sekali. web tersebut juga sudah diverifikasi oleh polisionline.com sebagai toko online aman terpercaya.

Negara, Politik Kawan dan Lawan

Kamis, 25 Desember 2014

Setiap orang didunia pasti menjadi bagian dari sebuah organisasi, salah satunya adalah negara. Manusia modern hampir tak bisa lagi hidup tanpa sebuah negara. Manusia berlindung dari sebuah sikap kebinatangan dengan negara. Tapi disisi lain negara juga menjadi alat permusuhan dan ketidakadilan. Negara dalam perspektif filsafat politik berbeda dengan ilmu politik, ilmu politik mempelajari hal yang empiris dan institusional, partai politik, organisasi kemasyarakatan dll. Sedangkan dalam filsafat politik lebih mengedepankan hakikat negara dan hubungannya dengan warga manusia atau masyarakat. Filsafat politik sangat dekat kaitannya dengan filsafat moral, filsafat sosial, dan filsafat hukum. Filsafat moral mengajarkan bagaimana menjadi penguasa dan warga yang baik serta tata kelakuan yang menjadi panutan. Bahkan dalam beberapa negara demokrasi modern sudah memakai moral dalam mengukur keberhasilan sebuah kepemimpinan. Filsafat sosial juga membahas masyarakat, melainkan berbeda dengan apa yang dibahas sosiologi. Sosiologi memakai pendekatan empirik dalam memahami masyarakat, gender, dan hubungan sosial. Sedangakan dalam filsafat sosial mencirikan dirinya lewat apa itu modernitas, sosialitas, ideologi masyarakat dll. Sedangkan filsafat hukum membahas tentang legitimasi negara, dan dasar konstitusi untuk mewujudkan hukum, serta daya pikat hukum terhadap kepatuhan. Disinilah peran filsafat politik untuk memberikan corak normatif dalam mengkaji sebuah negara.

Dalam sejarah perkembangan filsafat politik, diera Mazhab hermeneutis-fenomenologis  filsafat politik tidak begitu mendapat perhatian, Heidegger contohnya menolak orientasi praksis dan aspek normatif dalam filsafat politik. Tetapi kemudian murid Heidegger Hannah Arendt memberikan perhatian terhadap filsafat politik. Tak hanya dalam mazhab fenomenologis, dalam lingkaran Wina juga demikian, bahwa filsafat politik dianggap hanyalah norma etis yang subjektif dan hanya permainan bahasa komunitarian saja. Tetapi filsafat politik menurut pandangan Mazhab Frankurt seperti Max Horkheimer, Adorno, dan Habermas, justru memberikan kaitan baru filsafat politik degan model otoritas, model ekonomi, hubungan alam, subjektivitas dan masyarakat. Sehingga reflektifitas tentang filsafat politik menjadi lebih menarik.
Filsafat politik salah satunya memperbincangakan tentang kebutuhan akan negara tau paksaan. Beberapa filsuf seperti Hobbes, Locke, dan Rosseau memberikan gambaran bagaimana negara dibutuhkan. Karena bagi mereka keadaan yang alamiah adalah tidak ideal, dimana manusia saling membunuh dan memakai egonya untuk menyingkirkan manusia lain. Sehingga dibutuhkan sebuah lembaga bernama negara untuk mengekang atau memberikan batasan terhadap kebebasan tersebut, hal itu harus ada kesepakatan antara penguasa dan yang dikuasa. Kemudian dikenal dengan istilah kontrak sosial. Beberapa pengertian negara salah satunya adalah datang dari Max Weber, dalam bukunya Politike Als Beruf ia mengatakan bahwa negara adalah institusi kekuasaan yang memiliki kewenangan untuk memonopoli undang-undang dan mempunyai instrumen pemaksaan dalam georafis tertentu. Sedangkan prasyarat untuk negara adalah wilayah dan kekuasaan ( Gewalt), kemudian ditambahkan oleh Goerge Jellinek warga manusia ( Staatvolk). namun dalam perkembangannya juga  memuat perlunya pengakuan internasional.
Unsur dalam negara tersebut yang kemudian menjadi titik tolak pengkajian filsafat politik. Bukan lagi merumuskan kembali tetapi mengkritisi dan memandang hubungan antara negara, kekuasaan, dan rakyat dalam suatu rantai yang saling memengaruhi. Sehingga disini akan muncul kaitan negara dan politik. Apakah pengertian negara juga menyangkut politik?, jika iya, berarti memunculkankeluasan makana politik hingga dalam bagiannya adalah negara. Fisafat politik tidak menuntun politikus, dalam bahasanya Dohny Gahral adalah politik harian, melainkan menuntun seorang negarawan yang tidak terlibat langsung dalam politik praktis. Menurut pemikir Jerman Carl Schimitt bahwa pengertian politik adalah pemilahan antara kawan dan lawan. Kawan adalah yang meniciptakan kerja sama, persatuan, dan integritas. Sedangkan lawan adalah bagian ekspresi dari pertentangan ideologi politik yang berbeda. Sehingga dalam suatu kebijakan harus ada pro dan kontra, dan itu adalah ciri khas politik. Karena dalam bahasa Schimitt politik mengharuskan kawan dan lawan. Misalkan dalam kebijakan naikknya harga BBM, jika dibelakangnya hanya memakai itung-itungan ekonomi saja, maka belum bisa dikatakan kebijakan politik, karena dalam politik harus memuat kepentingan kawan. Pendapat yang demikian mungkin terasa berbahaya didalam era modern, dimana terdapat partai politik yang mengklaim dirinya lebih mengedepankan komunikasi dan dialog, daripada pemakaian istilah kasar seperti kawan dan lawan. Pendapat Schimitt secara tidak langsung juga dibenarkan oleh Habermas, bahwa hampir seluruh negara didunia terdapat konflik atau perang. Dan itu sebagai prasyarat politik. Sehingga politik memainkan peran untuk mengetahui kawan dan lawan. Konflik seperti itulah yang akhirnya menimbulkan anggapan betapa pentingnya mempertahankan kekuasaan dan melengserkan lawan. Namun filsafat politik disini tidak memberikan petunjuk bagaimana cara mempertahankan kekuasaan, melainkan apa argumen atau dasar yang dipakai dalam sebuah keinginan untuk berkuasa.
Dalam sejarah perkembangan filsafat politik, diera tokoh hermeneutis-fenomenologis filfat politik dikesampingkan, heidegger contohnya menolak orientasi praksis dan aspek normatif dalam filsafat politik. Tetapi kemudian murid heidegger sedikit memberikan perhatian terhadap filsafat politik. Tak hanya dalam mazhab fenomenologis, dalam lingkaran winapun juga demikian, bahwa filsafat politik dianggap hanyalah norma etis yang subjektif dan hanya permainan bahasa komunitarian saja. Tetapi filsafat politik menurut pandangan mazhab frankurt seperti max horkeimer, adorno, dan habermas, justru memberikan kaitan baru filsafat politik degan model otoritas, model ekonomi, hubungan alam, subjektivitas dan masyarakat. Sehingga reflektifitas tentang filsafat politik menjadi lebih menarik.
Namun di Indonesia apa yang dikatakan Schimitt juga benar. Salah satu contohnya adalah dualisme ditubuh DPR yaitu Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih, dimana terdapat perbedaan pandangan yang begitu mencolok tentang dominasi kekuasaan, Koalisi Merah Putih merasa dirinya adalah pemimpin parlemen dan terkesan mengabaikan kepentingan dialog dan komunikasi dalam suatu keputusan, contohnya adalah tentang Undang-Undang MD3 ( MPR, DPR, DPRD, dan DPD). Koalisi Merah Putih mendesak disahkannya undang-undang tersebut, yang salah satu isinya adalah Pimpinan DPR tidak otomatis dipegang oleh partai pemenang pemilu. Kemudian disusul dengan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah.
Jika kita amati bahwa apa yang baru saja dilakukan elit politik, seperti apa yang dikatakan oleh Schimitt tentang politik kawan dan politik lawan. Dimana sentimen kekuasaan menjadi pemicu sebuah konflik, bahkan yang lebih parah adalah perang.

Sepatu futsal, jual sepatu futsal

Etika Plato : Cinta dan Kebaikan

Rabu, 24 Desember 2014




Dalam sejarah pemikiran filsafat barat terutama etika, plato bukanlah orang pertama yang merumuskan etika dalam filsafat, namun phytagoras yang jauh hidup sebelum plato yaitu sekitar 500SM yang mengenalkan etika. Tetapi dalam salah satu karya plato yang mashur yaitu politeia atau negara terdapatajaran-ajaran bernada etika, yang kemudian menjadi etika plato itu sendiri.

 Dalam segala aspek kehidupan manusia selalu ditujukan untuk mendapatkan kebahagiaan. Kebahagiaan adalah hidup yang sesuai yang diinginkan, dan keinginan manusia harus selalu dipenuhi, yaitu dengan kehidupan yang baik. Baik menurut diri sendiri ataupun orang lain. Namun pertanyaan adalah bagaimana kehidupan manusia agar baik? Perbedaan dalam setiap ajaran etika ada pada jawabannya, dimana etika plato menjawab bahwa manusia hidup yang baik berarti hidup yang berhasil, bermutu, dan terasa bernilai. Kemudian muncul pertanyaan bagaimana manusia dalam mendapatkan kehidupan yang baik?. Plato menjawab bahwa dalam usaha menemukan kehidupan yang baik adalah mampu menguasai akal budi. Dengan menguasai akal budi berarti menguasai yang baik. Sebaliknya dengan dikuasai oleh hawa nafsu maka keburukan yang akan didapat. Untuk itu bersihkanlah hawa nafsu.

Menguasai akal budi berarti memiliki pengertian yang benar terhadap sesuatu hal. Bagi plato orang yang mengikuti akal budi adalah orang yang berorientasi pada realitas yang sebenarnya. Karena akal budi mengerti segala hal yang nyata (idea). Dengan pengertian yang benar maka jalan menuju yang baik akan terang, sang baik (Tuhan) dalam memberikan petunjuk kepada manusia adalah melalui cinta. Cinta memiliki daya tarik yang kuat terhadap sang baik. Karena setiap manusia mencintai kebaikan pasti selalu terarah pada kemutlakan illahi.

Sang baik memberikan cinta kepada manusia agar diguanakan kepada yang semestinyal, cinta kepada kebaikan, keindahan, dll. Bukan cinta kepada keburukan, pembunuhan, dll. Manusia selalu diarahkan untuk mendorong dirinya sendiri kearah cinta. Dalam bahasa plato cinta disebut EROS. Eros atau cinta adalah hal subjektif, misal menimbulkan kebahagiaan, ketentraman, dll. Sedangkan idea adalah yang objektif. Dengan manusia memiliki cinta/eros yang bersumber dari sang baik, maka idea adalah yang mewujudkannya.
Jadi dalam etika sederhanya plato adalah dalam menuju kehidupan yang baik , manusia harus berlomba-lomba dalam menarik dirinya kepada sang baik (tuhan), yaitu dengan jalan cinta atau eros. Manusia dituntut untut selalu mencintai yang baik dan bersumber dari sang baik. Kemudian idea yang bernilai objektif harus mampu mewujudkannya. Yaitu bertindak laku apa yang seperti dalam cinta atau eros. Dengan begitu manusia akan selalu memperoleh kebahagiaan

Sepatu futsal, jual sepatu futsal
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Philosophy.id - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger